Cara Berwirausaha Pengecoran Logam

Cara Berwirausaha Pengecoran Logam

Dalam berwirausaha sering kita temui orang gagal di tengah jalan akibat kurangnya ilmu tentang jenis usaha apa yang mereka cemplungi. Meski menjadi pemilik sebuah usaha, kewajiban paham tentang dasar serta jenis usaha dan lingkup kegiatan produksinya menjadi sebuah keharusan. Seringnya mengandalkan karena usaha warisan, sering kali sebuah usahakurang bisa berkembang karena faktor pemilik usaha yang enggan mengepakkan sayapnya akibat jarang mau mencari ilmu tentang bisnis yang ditekuninya.

Dalam beriwausaha, contohnya wirausaha pengecoran logam. Sering kali kita jumpai usaha yang tidak pernah mencapai omset yang luar biasa karena sang pemilik tidak menggali ilmu tentang benda-benda apa di sekitar yang bisa dibuat dalam proses pengecoran logam. Pengecoran Logam adalah suatu proses manufaktur yang menggunakan logam cair dan cetakan untuk menghasilkan bentuk yang mendekati bentuk geometri akhir produk jadi. Logam cair akan dituangkan atau ditekan ke dalam cetakan yang memiliki rongga cetak (cavity) sesuai dengan bentuk atau desain yang diinginkan. Setelah logam cair memenuhi rongga cetak dan tersolidifikasi, selanjutnya cetakan disingkirkan dan hasil cor dapat digunakan untuk proses sekunder.

Untuk menghasilkan hasil cor yang berkualitas maka diperlukan pola yang berkualitas tinggi, baik dari segi konstruksi, dimensi, material pola, dan kelengkapan lainnya. Pola digunakan untuk memproduksi cetakan. Pada umumnya, dalam proses pembuatan cetakan, pasir cetak diletakkan di sekitar pola yang dibatasi rangka cetak kemudian pasir dipadatkan dengan cara ditumbuk sampai kepadatan tertentu. Pada lain kasus terdapat pula cetakan yang mengeras/menjadi padat sendiri karena reaksi kimia dari perekat pasir tersebut. Pada umumnya cetakan dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian atas (cup) dan bagian bawah (drag) sehingga setelah pembuatan cetakan selesai pola akan dapat dicabut dengan mudah dari cetakan.

Inti dibuat secara terpisah dari cetakan, dalam kasus ini inti dibuat dari pasir kuarsa yang dicampur dengan Airkaca (Water Glass / Natrium Silikat), dari campuran pasir tersebut dimasukan kedalam kotak inti, kemudian direaksikan dengan gas CO2 sehingga menjadi padat dan keras. Inti diseting pada cetakan. Kemudian cetakan diasembling dan diklem.

Sembari cetakan dibuat dan diasembling, bahan-bahan logam seperti ingot, scrap, dan bahan paduan, dilebur di bagian peleburan. Setelah logam cair dan homogen maka logam cair tersebut dituang ke dalam cetakan. Setelah itu ditunggu hingga cairan logam tersebut membeku karena proses pendinginan. Setelah cairan membeku, cetakan dibongkar. Pasir cetak, inti, dan benda tuang dipisahkan. Pasir cetak bekas masuk ke instalasi daur ulang, inti bekas dibuang, dan benda tuang diberikan ke bagian fethling untuk dibersihkan dari kotoran dan dilakukan pemotongan terhadap sistem saluran pada benda tersebut. Setelah fethling selesai apabila benda perlu perlakuan panas maka diproses di bagian perlakuan panas.

pulley

Cara Berwirausaha Pengecoran Logam

Setelah paham arti dari pengecoran logam. Cara berwirausaha yang baik adalah paham segala alat produksi yang dibutuhkan seperti bentuk-bentuk cetakan, mesin peleburan logam, pembuatan pola, desain serta model rancangan. Cara berwirausaha pengecoran yang sukses pasti diawali dari kepahaman pemilik modal dalam usaha yang digelutinya.

Untuk melakukan pemesanan produk kami, hubungi:
CV. Pratama Jaya Tehnika
Jl.Yogya-Solo km.24
Kuncen - Ceper - Klaten
HP. 0852 2969 0890
WA.0852 3321 5121
PIN BB:5AAB778C
Email:pratamajayatehnika[at]gmail.com

Pencarian Lonceng Gereja: